Monday, July 15, 2013 5 comments

Percakapan Konyol 3 Bersaudara

Hari Minggu Tanggal 14 Juli 2013, saat itu berlangsung pertandingan antara Indonesia Dream Team dan Arsenal yang sedang melaksanakan Tour Asia.

Memang hasil yang diterima oleh Timnas kita mengecewakan, dengan skor akhir 7-0 tanpa balas.
Tepat Jam 21.13 saudara ku Jejen update status, dan komentar pun silih berganti antar a Jejen sebagai pemilik update an :D, Saya , dan satu lagi masih saudara juga yaitu Deni . Komentar yang diberikan lebih kepada skill kecepatan mengedit gambar yang akan di share, karena komentar nya hanya dengan celotehan gambar yang di edit. hahaha.

Okeh langsung saja, kurang lebih seperti di bawah ini penampakan komentar nya. Cekidooooott... :D 

Update Statusnya (Jejen) : "Hidup Arsenal, wkwkwkwkwkwk"

Komentar 1 (Anwar) : "Aralus keneh mun sarare a. hahaha"


Komentar 2 (Deni) : "Nya ceuk aing oge mening maen catur !!"

Komentar 3 (Anwar) : "Nya atuh ari kitu mah..."


Komentar 4 (Deni) : "ARSENAL VS TIMNAS tega nya 7-0"

Komentar 5 (Anwar) : "SBY: Lurr.. negara urang dipangkas 7-0 ku Arsenal" "Tn: geus lur.. tong loba curhat.. pan geus biasa lain??"



Komentar 6 (Deni) : "wakakak gubrag.."

Komentar 7 (Anwar) : "gimana keren kan gan?? wakakakakak"



Komentar 8 (Deni) : "Permainan arsenal biasa saja, cuman pemain kita lupa buka puasa, mereka belum makan sudah dua hari, beruntung mereka hidup juga."


Komentar 9 (Jejen) : "wkwkwkwkwk Hadeuuuuh"


Komentar 10 (Anwar) : "nu bener jekson.. 4 poe meureun barudak can dalahar teh..."


Komentar 11 (Anwar) : "hahahahahahaduuuhh nyeuri kulit beteung wkwkwkwkwkwk :D"


Komentar 12 (Deni) : "Ya sudah besok semua pemain timnas tak kasih KJS, kalau pegel2 bisa langsung ke puskesmas.."


Komentar 13 (Anwar) : "Bukan masalah KJS pak.. coba kalo pertandingan tadi ditentukan sama poling sms mungkin arsenal tidak bisa tampil minggu depan, yeye lalala yeye lalalala yeye lalalalala"


Komentar 14 (Deni) : "mmmh, sorry mas anang !! saya rasa ini bukan xfaktor"


Komentar 15 (Deni) : "Astagfirulloh lama-lama jadi pusing gan !!"


Komentar 16 (Anwar) : "Komentar boleh tapi mohon bengeut kontrol... ini bukan x-faktor ataupun catur... ini kita sedang dalam ajang pencarian BOY BAND... gitu..."


Komentar 17 (Deni) : "DEMI TUHAN !!!"


Komentar 18 (Deni) : "Bubar !!! Bubaaaaar !!!"


Komentar 19 (Anwar) : "geusan ahh.. asa rudet... komo aya si arya jeung Menpora..."


Komentar 20 (Jejen) : "wkwkwkwkwkwk, Ono Ono wooooooo"


Komentar 21 (Deni) : "Menurut saya bolanya terlalu besar, kalau segede gini pasti menang"


Komentar 22 (Deni) : "Sumpahna ge ngakak gan !!!"


Komentar 23 (Deni) : "hadeuuuh cape juga uy,,"


Komentar 24 (Anwar) : "lain seuri -_- !!! Mikir !!!"




Demikian percakapan konyol 3 bersaudara areweuh gawe ini, mohon maaf jika ada yang tersinggung, apa yang di ucapkan dalam gambar diatas  hanya untuk menghibur semata tanpa ada sindiran ataupun menjelek-jelekan seseorang.

Intinya : Tetap cumungut Timnas !!! :D kalian pasti JAYA JAYA JAYA , kegagalan adalah kesuksesan tertunda. Tapi please jangan di tunda-tunda terus kesuksesannya. :)) heheyyy . Keep Spirit and Positif Thinking.



Saturday, July 13, 2013 0 comments

Arahku Berakhir dibawah Cahaya

Cahaya pagi yang datang saat itu begitu jelas terasa, hangatnya sinar yang datang menyeruak kedalam pori-pori kulit yang masuk melalui helaian kain yang menutup tubuh. Sedikit tak ku duga ternyata waktu telah menghantarkan kedalam bayang-bayang yang selalu menemani. Dan sedikit terik nya panas mulai membuat rasa ini tak nyaman untuk mengikuti arah bayangan di hari yang selalu ku nanti. 



Ku langkah kan kaki mengikuti arah garis - garis keramik yang selalu setia menjadi tumpuan pijakan. Kokohnya dinding yang selalu melindungi ku dari gangguan hiruk pikuk hunian luar. Tersenyum dalam bayangan, termenung dalam deretan senyuman, dan saat itu entah apa yang harus ku lakukan, langkah kaki ini menjadi semakin sempit, semakin sempit dan lebih sempit. Melangkah tanpa arah yang telah menguras tenaga yang selama ini tersimpan. Melompat seakan tak terpikir bahaya yang akan dirasakan. Keinginan terbang yang sangat jauh dari kenyataan. Sejenak ku berpikir, mungkin sempit nya langkah ini harus aku hadapi dengan tubuh menghadap lantai dengan pandangan fokus kepada pijakan hunian, dan ayunan tangan akan mengamini pergerakan untuk menghadapi sempitnya langkah.

Lelah yang kurasakan begitu menyeruak hingga peredaran darah ini terasa terhenti untuk beberapa saat. Tetap melangkah dengan fokus pada pijakan hunian, hingga akhirnya ku tersadar langkah yang ku lakukan sedari tadi, mengantarkan ku menuju lorong gelap tanpa setitik cahaya yang timbul. Tanpa arahan, kaki ini menegakkan diri dan pandangan heran terus mengelilingi peraduan antara kenyataan dan ketakutan.

Berbekal sehelai kain yang melindungi tubuh membuat kegelapan lorong itu semakin jelas, cairan keringat terjatuh dan melewati jalan yang tak seharunya ditempuh. Gelap, Hening, dan Semu, semua itu membuatku lebih tergerak agar menghidupkan kembali cahaya yang seharunya menerangi d lorong itu. Satu titik cahaya pun tak kutemui, dan terdiam sejenak untuk merasakan organ tubuh ini berdenyut untuk beberapa saat. Denyutan ketakutan dan putus asa lebih menguasai suasana saat itu, hanya sedikit keinginan tergerak untuk mencari setitik cahaya demi terbentuknya sinar yang pernah ku rasakan di hari pagi tadi.

Langkah semakin tak terarah, mendorong sandaran yang terasa pada lapisan kulit yang terbungkus ini. Menghentak, Mendorong, Berteriak, Berlari dan terus terus terus Berusaha. Hingga akhirnya tubuh bersandar pada lapisan tembok yang menempel rapih pada dinding yang ku sentuh. Terduduk dan memeluk lutut, tertunduk berfikir mengejar jarum detik yang selalu mengejar jarum jam.

Membayangkan semua letak hunian yang sedang kutinggali, mengingat semua yang telah kulipat baik dalam angan-angan. Mengeluarkan tenaga tanpa mengganggu tubuh ini yang sedang rehat. Dan tersadar ........ jari tangan ini ku usapkan pada tembok yang berdiri kokoh, yang memiliki lekukan yang menghantarkan ku pada bayangan yang akan menjatuhkan keringat untuk kedua kalinya. Hinggaku memberanikan diri untuk menemukan batang besi yang telah ku kenal beberapa tahun terakhir ini. Jariku lebih berani untuk mengetahui semua yang dirasakan nya, hingga tergerak memberanaikan diri ini untuk menggerakan batangan besi itu ke arah yang biasa dilakukan.

Klekkkk...

Segaris cahaya masuk kedalam lorong itu, semakin jari ini memberanikan diri untuk menarik besi, semakin besar cahaya yang masuk. Yaaaa benar, ternyata bayangan yang ku pikirkan sedari tadi memang tepat. Ku berhasil membuka pintu dengan penuh keyakinan dan tersenyum kembali dengan rasa ketenangan, dan aku tersadar ternyata lorong tersebut memang lampunya rusak dan harus segera diganti dan diperbaiki. :(



Dan dari saat itu, ku berjalan riang mengikuti cahaya yang selama ini ku cari dengan gerakan tarian agnes monica "cintaaaaa iniiiiiii.... kadang kadang tak ada logik logik logik logikaaaaaa... :D :D"



Hingga akhirnya aku terbebas dan dapat merasakan Arahku Berakhir dibawah Cahaya :) :) :)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Friday, May 3, 2013 1 comments

Antara Hati dan Realita



Akhir-akhir ini semua yang dia rasakan tak sesuai dengan yg ia inginkan, semua yg ia kerjakan tak sesuai dengan harapan. Semuanya berujung dengan beku dan kaku tanpa seorang pun yg tahu kecuali aku.

Dia seorang mahasiswa tingkat akhir yg sedang bergelut dengan skripsi nya. Sebetulnya cukup beruntung saat awal dia kontrak mata kuliah itu. Secara dia lolos judul gelombang pertama dan sangat lah beruntung dibanding yang lain.
seiring berjalannya waktu, hari demi hari ia lalui dengan perjuangan nya dalam menyelesaikan skripsi tsb. Perjuangan yang memang menguras waktu, pikiran dan bahkan materi. Waktu terasa cepat ia rasakan, pola kehidupan yang drastis berubah, dan tak sempat untuk merasakan kenikmatan masa-masa perkumpulan saat bersama teman-temannya.

Rasa semangat itu yg membuat ia lupa akan waktu, pikiran, dan materi. Motivasi yang tinggi dalam menyelesaikan skripsi itu untuk mencapai target Seminar UP.
Jarum jam yang konsisten berputar tanpa henti, membuat ia lebih berpacu dengan harapan yang ia inginkan. Apapun ia lakukan dengan maksimal. Orang mungkin tak akan tahu seberapa besar beban dan pikiran yg sedang di lakukan dan sedang dilalui, baik itu intern ataupun ekstern. Ceria, bahagia dan membuat suasana hidup memang karakter yang ia miliki, tak ingin ia mengungkapkan keluh kesah terhadap siapa pun yang ada disekitar nya, ya mungkin ada beberapa org yg tau dengan kondisinya sekarang seperti apa.



Perjuangan yg dia lakukan hingga saat ini bisa dikatakan kadar semangat nya berkurang, sekitar 70% saja yg tersisa. Semua disebabkan karena beberapa hal yg terjadi pada dirinya. Aku pun tak tahu apa penyebab tersebut. Yang pasti aku prediksi masalah psikologis lingkungan lah yg membuat nya seperti itu, lingkungan tersebut bisa jadi di sekitar keluarga, ataupun lingkungan kampus, ataupun pengaruh dari perjuangan skripsinya yg selalu buntu terbatas akan pengetahuan. Walaupun sebenarnya ada satu sosok dosen yang ia jadikan motivator dalam menjalankan perjuangannya itu, hanya satu.

Aku rasa, dia mulai jenuh dengan apa yg ia lakukan, namun dia mengelah dri prediksi itu, ia memilik tujuan dan target yg terpampang jelas, dan bahkan dikamarnya pun berjajar tempelan kertas yg menjadi patokan dan target yang harus ia lakukan.

Ia merasakan jenuh, namun tak ingin lepas dari tujuan dan target nya, ia berusaha untuk semangat namun keterbatasan pengetahuan dan lingkungan lah yg membuat semuanya terhenti secara perlahan.

Namun dalam diri nya tersimpan keyakinan dan keinginan yg kuat dalam menghadapi setiap gejolak, rintangan, cobaan dan halangan yg ia rasakan.

Apakah waktu yg akan menentukannya?
Atau dia yg akan menentukan waktu?

Kalimat hati yang ia ucapkan. "Akulah yg akan menentukan waktu, aku lah yg akan berusaha berjuang seiring konsistennya jarum jam yg berputar, dan hanya Tuhan lah yg menentukan atas skenario yg telah tersusun dan terencana, hanya berusaha dan berdoa yg bisa dilakukan, tak ada kata putus asa yg terucap, tak ada rintangan yg akan membatasi, dan hanya kehendak Tuhan lah yg akan membatasinya dengan menghentikan nafas yg telah diberikan"

Dia tahu apa yg aku rasakan.
Dan aku tahu apa yg dia rasakan.



Wednesday, December 12, 2012 0 comments

Cemburu ga sih ??

Beberapa minggu terkhir ini, aselinya ngebet banget mau ngepost, tpi lagi - lagi ragu buat ngepublikasiinnya, hahaha.

But, today.. **so so english buuu -___-"** terilhami buat ngangkat fenomena kisah kasih temen gue yang bisa dibilang temen deket lah. :)) 

okey langsung ke permasalahnnya deh ya, gue ga ngerti gmana sih perasaan cowo kebanyakan yang udah punya cewe, tpi cewe nya itu masih bisa jalan ama cowo laen, ya meskipun cowo laen tsb hanya sebatas temen deket, temen biasa ato malah temen yang baru kenal. Dan ternyata cowo nya itu tau klo ternyata cewe nya itu emang suka jalan ama cowo laen dan mengijinkan pula. Hal itu terjadi bukan hanya sekali, tpi emang selalu seperti itu.

Sikap cowo kaya gitu apa emang dia punya karakter seperti itu?? 
ato dia percaya ama pasangannya?? 
mmmh, ato dia ga punya saraf cemburu **naooon siihh :D**??

klo menyangkut kata cemburu, menurut teori yang gue baca di radio -___-" cemburu itu tandanya sayang. Dan dengan teori tersebut maka dari fenomena yang gue paparkan diatas itu emang terpecahkan. Ternyata hal itu salah, buktinya pasangan tersebut baik-baik aja keliatannya *sempetKepoPerkembangan* :D.. Tapi tetep yang gue ga abis pikir itu, hellooooww ga cemburu gitu?? :(.

itu sih sudut pandang gue klo mengkritisi cowo nya, dan ada hal menarik dari cewe nya itu, ternyata dia bilang itu adalah nilai + (red plus) dari cowo nya itu. :)) .

hmmp, mungkin kalian ada yang lebih mengerti tentang fenomena ini?? Silahkan berbagi info aja yaaaa :))


Thursday, October 4, 2012 0 comments

Merindukan Pengisi Hati

Aku kini mulai sendiri, tak banyak pula yang bisa aku lakukan untuk merubah kejenuhan yang merambah kedalam jiwa ini. Terkadang hanya bayangan dan mungkin cahaya fatamorgana yang dapat aku bayangkan. Tak banyak aku berharap darimu, tak banyak pula keinginanku untuk mu. Hanya rasa ini yang selalu melekat dalam diri, tak pernah aku berniat untuk melupakan segala hal yang pernah terjadi. Akan ku lipat semua kisah yang pernah kita arungi. Dan kembali membuka hati ini untuk memulai lembaran baru untuk lebih baik lagi.


Setelah ku berusaha untuk melakukan hal itu semua, sulit untuk mengawali lembaran baru ini terisi oleh coretan kisah yang kuharapkan. Aku tak tahu apakah memang hanya dirimu, atau memang aku tak berusaha untuk tidak bersama dirimu.

Akhir-akhir ini pun sudah kucoba ku mengarungi pengisi hati, namun memang hanya hal sia-sia saja yang ku lakukan. Bukan aku tak sanggup atau berani untuk melakukan, namun sulit rasa nya hati ini untuk bisa yakin dia adalah masa depan ku.

Aku rindu untuk masa depan ku, dan akan kucari hingga benar-benar hati ini bisa kembali mengetahui caranya untuk bahagia.

Aku hanya insan yang tak sempurna, yang terkadang selalu hilap dan masih terombang-ambing dalam pengaruh keinginan semata tanpa memikirkan kebutuhan untuk masa depan yang telah nyata.

Akan kutunggu pena yang dapat menuliskan kisah dalam lembar baru yang telah aku siapkan.

Memang hati ini.. sungguh merindu.. 
Saturday, September 22, 2012 0 comments

Lupa Untuk Bersyukur ??


Hidup bukan untuk di sesali, namun hidup harus lah di syukuri. Tuhan telah memberikan kesempurnaan untuk kita beraktifitas dengan segala hal yang kita butuhkan seperti anggota tubuh, rejeki, perasaan, dan cinta.

Satu hal yang selalu terjadi dengan manusia adalah kurang nya bersyukur atas apa yang terjadi. Hanya penyesalan dan menggerutu setelah melakukan kegiatan. Itulah naluri manusia yang wajar. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah kapan kita akan sadar untuk bersyukur? apakah setelah mendapatkan uang? rumah? ato harta yang lainnya?. jawabannya ya memang benar seperti itu, namun semua itu hanyalah hal yang bersifat material dunia saja.

Bernafas, kedip mata, rasa sakit, bahagia, mendapatkan solusi dan lain-lain, itulah semua hal yang harus kita syukuri pula. Karena tanpa disadari kebanyakan manusia selalu mengukur rejeki dalam materi saja, dan melupakan rejeki yang sangat berharga sekali yang sudah tampak diberikan Alloh dari awal kita lahir.

Maka menyesallah bagi orang yang selalu putus asa, dan mengeluh. Mungkin orang tersebut belum mengerti arti kehidupan sebenarnya, bahwa manusia di tugaskan untuk bertaqwa kepada Tuhan nya.

Ingatlah, semua hal yang kita rasakan haruslah kita aplikasi kan untuk bersyukur bersyukur dan bersyukur. Sekalipun dalam kondisi kita sakit.
3 comments

MUNGKIN AKU KARENA DIA



Bukan hanya kali ini sesuatu yang dia rasakan kembali menyeruak relungnya. Dan kembali hanya kebingungan yang selalu dia rasakan, semua nya hanya mungkin mungkin dan mungkin.

Wajar lah dia menyukai seseorang didalam hatinya, namun tampak berbeda ketika dia bersikap dan sungguh tampak sikap yang jauh dari biasanya. Mungkin dia perlu belajar bagaimana menyayangi seseorang, belajar untuk komunikasi yang baik, dan pendekatan yang membuat pasangannya nyaman. Namun dia tidak bisa melakukan pendekatan yang baik dengan pasangan yang ia sukai. Alhasil pasangan yang dia sukai kembali menjauh dan tampak berbeda.

Dia tampak bingung dengan kondisi seperti itu, dalam benak nya mengatakan, “kenapa harus seperti ini sikap ku??” . Mungkinkah dia menjauh karena perasaannya saja? Karena memang dia tak bisa melakukan pendekatan yang baik dan membuat nyaman siapa yang ada di sampingnya (yang dia sukai) terkecuali teman – temannya.

Selalu salah dalam bertingkah ketika bertemu,dan selalu kebingungan untuk membuka percakapan. Itulah mungkin salah satu faktor yang membuat pasangannya tidak nyaman.

Dia sebenarnya baik, senang mencari teman, dapat menyesuaikan kondisi ketika situasi serius atau pun santai, penuh canda tawa, namun tampak kurang ahli dalam mengungkapkan perasaannya.
Mungkin, dia harus banyak belajar dari pengalaman yang ia alami dan harus berusaha pula untuk melipat rapih semua kenangan yang pernah dia alaminya. Karena memang pengalaman hatinya lah yang mungkin dia bersikap seperti itu.

Mungkin kah Dia??

Kapan kah Dia??

Dan Siapakah Dia??


Saturday, June 2, 2012 0 comments

REAlITA PENGALAMAN HIDUP

Postingan kali ini saya akan memaparkan beberapa hal tentang penting nya pengalaman dalam kehidupan. Hal ini perlu saya jelaskan agar semua pembaca dapat lebih kritis lagi bahwa dampak dari pengalaman itu akan berbeda-beda penerimaannya bagi setiap orang.

Pengalaman menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah peng.a.lam.an [n] yg pernah dialami (dijalani, dirasai, ditanggung, dsb): ia suka menceritakan ~ nya semasa revolusi fisik.
Dari makna di atas kita dapat mengetahui jelas bahwa pengalaman adalah suatu hal yang pernah kita alami dan dapat kita rasakan, baik itu pengalaman pahit ataupun manis. Berbagai tindakan sekecil apapun, pastilah semua itu akan menghasilkan pengalaman.



Apakah pengalaman akan selalu sama di rasakan oleh setiap orang ??
Jawabannya adalah tentu berbeda. Manusia memiliki sikap, perilaku, sifat yang berbeda satu sama lain, dan memang sulit sekali jika kita harus menyamakan persefsi dalam berpendapat, memberikan masukan dalam aspek penglaman.

Adakala nya orang yang telah melakukan sesuatu, namun ia tidak pernah menyadari bahwa dibalik semua itu ada pengalaman yang tersirat, sehingga tak akan berhasil orang tersebut dalam menjalankan kehidupannya. Hal ini saya ungkapkan memang sesuai fakta yang ada dan melalui riset (wuiiihhhhh hhehehe) yang telah berjalan beberapa bulan terakhir ini. Bukan hanya fakta pengalaman organisasi saja, namun banyak pula mengenai pengalaman diri yang tak pernah dirasakan dampaknya.

Sebagai contoh, saya akan mengilustrasikan kasusnya; ada seorang petani apel yang memiliki lahan yang sangat luas dan dahulu kala ia pernah mengalami sukses yang sangat sangat sangat fantastis. Namun hal itu tidak berjalan lama, karena memang modal awal yang ia miliki diinput langsung oleh pihak ke-2 yang memberikan dananya, dari dana tersebut ia mempekerjakan ratusan pegawai. Namun di saat seluruh pegawai tidak bekerja lagi, pertanian apel yang ditangani nya tersebut semakin merosot. Dan tahu kah kalian, apa faktor utama nya?? Sang pemilik pertanian tidak faham benar seluk beluk cara bertani apel, bahkan untuk memberikan pupuk saja tidak tahu. Hal itu terjadi karena pemikiran berlandaskan pada uang yang ada, semakin banyak uang, maka semakin mudah juga untuk menuju kesuksesan menurutnya. Namun pandangan itu sangatlah tidak benar, uang tanpa skill yang dimiliki tidak akan seberapa berguna. Namun yang berguna adalah kesadaran diri, pengalaman dan skill yang dimiliki.
Petani tersebut tidak pernah menyadari akan pengalaman yang dimilikinya tersebut, dia hanya menunggu input dana dari orang lain tanpa diri nya ingin belajar untuk mencoba dikelola oleh pribadi terlebih dahulu, dan akhirnya pertanian apel tersebut bangkrut, dan dia tidak dapat membayar hutang hutang yang diberikan di awal oleh pihak ke-2. Finally, orang tersebut kabur karena merasa dirinya tidak mampu lagi.

Dari kasus diatas cobalah kita fahami, renungkan, apa sebenarnya arti penting dalam sebuah pengalaman, jangan sampai kita mengacuhkan pengalaman dalam bertindak dikemudian hari. Dan jika kita tidak mampu untuk melakukan tindakan yang pernah terjadi, meskipun sudah memiliki pengalaman. Maka tindakan kita adalah jangan memaksakan dan selanjutnya adalah perubahan. Kita memiliki bakat atau skill yang terpendam, oleh karena itu janganlah memaksakan segalanya untuk kita lakukan. Dari contoh di atas, dapat lah saya ungkapkan, tindakan petani yang kabur diatas sangat lah tidak baik, namun yang dilakukan adalah perubahan/ berpindah haluan dengan membuka kegiatan lain, seperti sebagai penjual apel atau pun menjadi pengusaha lain yang bisa ditanganinya.


Hmmmppp, itulah postingan saya hari ini, mudah-mudahan dapat dimengerti, jika tidak mengerti silahkan tanyakan saja jangan sungkan. Hal ini saya ungkapkan bukan karena saya memiliki banyak pengalaman, namun saya berusaha mengungkapkan atasa apa yang terjadi dengan pengalaman.

“Pengalaman akan hadir karena ada kesempatan positif, maka setiap ada kesempatan jangan ragu untuk meraihnya, dan jika tidak kita raih maka secara tidak langsung kita telah memberikan pengalaman kepada orang lain.”

“Jika pengalaman memang sulit untuk jadi lebih baik, maka langkah selanjutnya adalah perubahan diri.”

“Pengalaman yang berharga adalah pengalaman yang kita rasakan dan sepatutnya kita menceritakan kepada orang lain atas pengalaman berharga yang pernah kita rasakan.”
Monday, May 21, 2012 2 comments

KEBIJAKAN SEORANG ANAK

Hmmmmp sudah lama tidak buka blog, hehehe
Pagi ini saya punya cerita mengenai arti kebijakan yang sebenarnya, dan ternyata kebijakan pun tidak ditentukan oleh umur. Dibawah ini adalah kisah seorang anak yang bijak dan selalu berpikiran positif dalam melakukan setiap tindakannya.
Oke langsung saja, selamat membaca. ^_^

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya. Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.



Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri. Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.

Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata,"Ya, aku siap!". Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah
 pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba, Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan. Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan utuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita.

Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya,
dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini.

Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh. Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua.
Thursday, April 5, 2012 0 comments

Mata Ibu Adalah Duniaku



Saat aku beranjak dewasa, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, aku malu mempunyai seorang ibu yang BUTA! Matanya tidak ada satu. Aku sangat malu, benar-benar malu.

Aku sangat menginginkan kesempurnaan terletak padaku. Aku ingin menjadi yang terbaik, tak ada satupun yang cacat dalam hidupku juga dalam keluargaku. Saat itu ayah yang menjadi tulang punggung kami sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang Maha Kuasa. Tinggallah aku anak semata wayang yang seharusnya menjadi tulang punggung pengganti ayah. Tapi semua itu tak kuhiraukan. Aku hanya mementingkan kebutuhan dan keperluanku saja. Sedang ibu bekerja membuat makanan untuk para karyawan di sebuah rumah jahit sederhana.

Pada suatu saat ibu datang ke sekolah untuk menjenguk keadaanku. Karena sudah beberapa hari aku tak pulang ke rumah dan tidak menginap di rumahku. Karena rumah kumuh itu membuatku muak,membuat kesempurnaan yang kumiliki manjadi cacat. Akan kuperoleh apapun untuk menggapai sebuah kesempurnaan itu.

Tepat di saat istirahat, salah satu guru yang berpapasan denganku di kantin sekolah memanggilku. “Hocky Nawawie” Kau kedatangan tamu!” ucap guru yang berpapasan denganku itu. “Siapa Bu?” Lihat saja ke ruang tamu sekolah!” Perintah guru itu segera kulaksanakan. Aku berjalan melewati lorong-lorong kelas yang sedang ramai. Anak-anak sepantarku sedang asyik-asyiknya menikmati hidup yang semu ini. Beberapa menit kemudian sampailah aku di depan pintu ruang tamu sekolah. Kulihat sosok wanita tua sedang duduk. Bajunya pun bersahaja rapih dan sopan. Itulah ibu ku yang mempunyai mata satu. Dan yang selalu membuat aku malu.

“Hockyyyyyyy” Ibu memanggilku.
“Mau ngapain ibu ke sini? Ibu datang hanya untuk mempermalukan aku!” Beberapa anak-anak yang sedang berjalan di depan ruang tamu sekolah melihat ke dalam ruangan yang menjadi neraka bagiku. Bentakkan dariku membuat dirinya ingin segera bergegas pulang. Dan itulah memang yang kuharapkan. Ibu pun bergegas keluar dari sekolahku.

Karena kehadirannya itu aku benar-benar malu, sangat malu. Sampai beberapa temanku berkata dan menanyakan. “Hocky. IBU MU MATANYA SATU YAH?”Terasa suntikan yang mematikan mendapat pertanyaan seperti itu, aku hanya melewatinya dengan wajah sinis.

Beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dan diterima di sebuah Institut Negeri di Singapura. Aku mendapatkan beasiswa yang ku incar, kukejar dan aku ternyata berhasil mendapatkannya. Dengan bangga kubusungkan dada pada orang-orang yang sempat menghinaku. Aku berangkat pergi merantau ke Singapura tanpa memberi tahu Ibu karena bagiku itu tidak perlu. Aku hidup untuk diriku sendiri. Persetan dengan Ibuku. Seorang yang selalu mnghalangi kemajuanku. Karena aku MALU.

Di Singapura, aku menjadi mahasiswa terpopuler karena kepintaranku. Aku telah sukses dan pada suatu saat aku menikah dengan seorang gadis Indonesia yang menetap di Singapura. Singkat cerita aku menjadi seorang yang sukses, sangat sukses. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai satu anak perempuan berusia tiga tahun dan aku sangat menyayanginya. Bahkan aku menjaminkan nyawa untuk putriku itu.

10 tahun aku menetap di Singapura, belajar dan membina rumah tangga dengan harmonis dan nyaris sama sekali aku tak pernah memikirkan nasib ibuku. Ibu yang telah melahirkanku ke dunia ini, membuatku berpijak di dunia. Sedikit pun aku tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang.

Hingga pada suatu hari, putri sulungku sedang asyik bermain di depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta dan sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah Ibu, Ibuku datang ke Singapura. Entah untuk apa dan dari mana dia mendapatkan ongkos. Seketika saja Ibu ku usir. Dengan enteng aku mengatakan:

“HEY, PERGILAH KAU. KAU MEMBUAT ANAKKU TAKUT!” Dan tanpa membalas perkataan kasarku, Ibu lalu tersenyum, “MAAF KALAU BEGITU SAYA SALAH ALAMAT”

Tanpa merasa terhunus, aku masuk ke dalam rumah. Sempat istri menanyakan siapa yang datang dan kumarahi, dan aku menjawab “PENGEMIS”.

Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat undangan reuni dari sekolah SMA ku, SMA N 1 BREBES. Aku pun datang untuk menghadirinya dengan beralasan pada istriku bahwa aku akan dinas ke luar negeri. Singkat cerita, tibalah aku di kota kelahiranku. Tak lama hanya ingin menghadiri pesta reuni dan sedikit menyombongkan diri yang sudah sukses ini. Berhasil aku membuat seluruh teman-temanku kagum pada diriku yang sekarang ini. Satu hal yang kutakutkan, mereka menanyakan ibu ku yang memalukan itu, karena matanya yang BUTA. Tapi untung saja tak ada sepatah kalimat “IBU” yang menghantar padaku.

Reuni selesai. Sebelum pulang ke Singapura, aku ingin melihat keadaan rumahku di desa kecil bernama Pebatan. Tak tau perasaan apa yang membuatku melangkah untuk melihat rumah kumuh dan wanita tua itu. Sesampainya di depan rumah itu, tak ada perasaan sedih atau bersalah padaku, bahkan aku sendiri jijik melihatnya.

Dengan rasa tidak berdosa, aku memasuki rumah itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ku lihat rumah ini begitu berantakan bak kapal pecah yang baru saja terjun dan berhamburan ke tanah. Aku tak menemukan sosok wanita tua di dalam rumah itu, entahlah dia ke mana tapi aku merasa beruntung tak menemuinya. Bergegas aku keluar dan tiba-tiba salah satu tetangga dekat rumahku mengenaliku.

“Hocky? akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah meninggal dunia dua minggu yang lalu”
“OH…”
Hanya perkataan itu yang bisa keluar dari mulutku. Tak tau mengapa tak ada tetesan air mata. Jangakan tetesan air mata, sedikit rasa sedih saja tak aku rasakan saat mendengar ibuku meninggal.

“Ini, sebelum meninggal, Ibumu memberikan surat ini untukmu”
Ibu-ibu yang menghampiriku segera bergegas pergi. Ku buka lembar surat yang sudah kucal itu.


Untuk anakku Hocky yang sangat Aku cintai,

Demi Tuhan yang menggenggam nyawaku, yang menguasai ruhku, yang mencintaiku seperti aku mencintaimu walau kau sangat membenciku.

Anakku Hocky, Ibu tahu kau akan datang ke acara Reuni yang diadakan oleh sekolahmu. Sejujurnya ibu sangat merindukanmu, teramat dalam sehingga setiap doaku pada Tuhan pemilik arsy! Aku meminta ampunan untukmu nak.

Asal kau tau saja Hocky anakku tersayang, mata yang membuat mu malu ini ada di salah satu dari matamu. Waktu kau kecil, kau dan Ayah mu mengalami kecelakaan yang hebat, tetapi Ayah tidak terluka apa-apa sedangkan mata kananmu mengalami kebutaan. Aku tak tega anak tersayangku ini hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat maka aku berikan satu mataku ini untukmu.
Ya ….. salah satu matamu adalah mataku.

Kau melihat dengan mataku nak, dan aku bangga padamu karena kau bisa meraih apa yang kau inginkan dan cita-citakan.

Do’akanlah aku diterima di sisiNya. Saat aku menulis surat ini, aku yakin maut sudah mengetuk pintu kehidupanku.

Ibumu tercinta

Bak petir di siang bolong yang menghantam seluruh saraf-sarafku, Aku terdiam! tubuhku bergetar keras, air mataku sungguh tak kuasa ku bendung. Ya Allah Ya Robb..............

Dalam cerita ini kita hendaknya dapat mengambil suatu pelajaran, sejelek apapun orang tua kita mereka tetaplah orang yang paling berrjasa dalam hidup kita. Hidup kita pun tidak akan sempurna bila kita durhaka kepada orang tua. Sayangilah orang tua kita semasa dia hidup karena kita tidak akan bisa membalas jasa mereka walaupun kita mengabdi kepadanya seumur hidupnya.
 
;